Jakarta (KABARIN) - Memasuki usia 30 tahun, tubuh secara perlahan mulai kehilangan massa otot dan kepadatan tulang yang dapat memengaruhi tidak hanya kekuatan dan mobilitas, tetapi juga metabolisme dan kesehatan jangka panjang.
Ditulis laman Hindustan Times, Kamis (12/3) waktu setempat, seorang ahli bedah ortopedi dan pendidik kesehatan yang berbasis di Mumbai, India Dr. Manan Vora mengatakan perawatan hilangnya massa otot sering diabaikan padahal dampaknya cukup besar bagi metabolisme hingga mobilitas jangka panjang.
"Setelah usia 30 tahun, tubuh Anda mulai kehilangan massa otot. Anda mungkin tidak merasakannya, tetapi itu sedang terjadi sekarang. Ini disebut sarkopenia dan merupakan salah satu masalah kesehatan yang paling diabaikan di India," kata Vora.
Sarkopenia adalah salah satu masalah kesehatan yang paling sering diabaikan di India, merujuk pada hilangnya massa otot secara bertahap yang biasanya dimulai setelah usia 30 tahun. Penurunan ini tidak hanya memengaruhi kekuatan dan mobilitas secara keseluruhan, tetapi juga memiliki efek signifikan pada metabolisme.
Otot memainkan peran penting dalam metabolisme glukosa, dan seiring dengan penurunan massa otot, kemampuan tubuh untuk mengatur glukosa menjadi kurang efisien. Seiring waktu, perlambatan metabolisme ini dapat menyebabkan penambahan berat badan dan komplikasi kesehatan lainnya.
Selain kehilangan massa otot, Dr. Vora menekankan bahwa kepadatan tulang adalah faktor penting yang perlu diperhatikan seiring bertambahnya usia.
Seiring waktu, tulang dapat kehilangan kekuatan secara perlahan dan menjadi semakin rapuh, seringkali tanpa tanda-tanda peringatan yang jelas. Dalam banyak kasus, orang tidak menyadari osteoporosis sedang berkembang sampai mereka mengalami patah tulang akibat cedera ringan atau jatuh, indikasi bahwa tulang telah melemah secara signifikan.
"Seiring bertambahnya usia, tulang Anda diam-diam menjadi lebih tipis dan lebih rapuh. Osteoporosis tidak menunjukkan tanda-tandanya. Penyakit ini muncul suatu hari sebagai patah tulang akibat jatuh yang seharusnya tidak menjadi masalah," katanya.
Menurut Dr. Vora, "satu hal paling ampuh" yang dapat Anda lakukan untuk melawan kehilangan otot dan tulang adalah latihan kekuatan, khususnya mengangkat beban berat.
Agar latihan kekuatan efektif, beban yang diangkat harus benar-benar menantang otot Anda, mendorong tubuh untuk beradaptasi, membangun kekuatan, dan mempertahankan massa otot serta kepadatan tulang dari waktu ke waktu.
Dr. Vora menekankan pentingnya untuk sekadar memulai, dan mencatat bahwa latihan kekuatan dapat bermanfaat di segala usia atau tingkat kebugaran . Baik Anda baru memulai olahraga atau kembali berolahraga setelah lama berhenti, membangun otot melalui latihan kekuatan secara teratur dapat membantu menjaga mobilitas, mendukung kesehatan tulang, dan memastikan tubuh terus berfungsi dengan baik seiring bertambahnya usia.
Vora mengatakan latihan kekuatan bisa dimulai di usia berapapun, bukan tentang penampilan yang bagus, namun memastikan tubuh berfungsi di usia 50, 60, 70, dan seterusnya.
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026